MRATODI

MRATODI

What i can share, i share

Breaking

Selasa, November 20, 2018

Kenapa Kita Harus Mulai Mengutip Data?

Selasa, November 20, 2018 0
Kenapa Kita Harus Mulai Mengutip Data?
Kutipan, sebuah kata yang sangat familiar bagi para dosen ataupun peneliti yang selalu berkutat dalam penulisan karya ilmiah. Umumnya saat mengutip, peneliti cenderung mengutip hasil atau pendapat dari penelitian sebelumnya. Tren yang berkembang saat ini telah bergeser, dari mengutip hasil penelitian menjadi mengutip data penelitian. Oleh karenanya muncul istilah Data Citation (Kutipan Data). Bagi beberapa orang mungkin sudah familiar dengan konsep Kutipan Data ini, tapi saya yakin banyak orang yang belum mafhum dan terbiasa menerapkannya (termasuk saya).
Numbered Notes, (C) Denise Chan via Flicker, CC BY-SA
Kutipan Data sendiri dipandang sebagai salah satu cara paling penting untuk menetapkan data sebagai output ilmiah yang paling penting. Penerapan Kutipan Data yang mulai berkembang dalam penerbitan artikel ilmiah dan jenis konten lainnya serta membangun jejaring publikasi dengan melakukan tautan-tautan antar sekumpulan data (datasets).

Secara global, upaya terkait pengutipan data bukanlah suatu hal baru. Salah satu inisiatif berskala besar pertama dalam menetapkan Kutipan Data sebagai standar praktik akademis adalah melalui FORCE11 Joint Declaration of Data Citation Principles (JDDCP) pada tahun 2014. Deklarasi tersebut didukung oleh lebih dari 100 organisasi dalam komunitas ilmiah.

Setelah deklarasi tersebut, banyak proyek yang diikuti inisiatif tersebut. FORCE11, dengan salah satu pilot project mereka dalam penerapan Kutipan Data, mengajak para penerbit dan repositori untuk menjadikan Kutipan Data sebagai bagian dari alur proses bisnis mereka serta menerapkan prinsip-prinsip JDDCP. Dalam lingkup Aliansi Data Penelitian (Research Data Alliance), Scholix menjadi kelompok pertama yang mebuat kerangka kerja pertukaran informasi terkait hubungan antara artikel dan dataset. Infrastruktur mereka saat ini merambah ke proyek-proyek seperti Make Data Count dan Enabling FAIR Data,

Kenapa Kutipan Data penting bagi perkembangan Sains?

Setidaknya terdapat tiga alasan penting, yakni:

1. Transparansi dan reproduktifitas
Sebagian besar hasil karya ilmiah yang dipublikasikan saat ini hanyalah berupa ringkasan dari apa yang peneliti lakukan dan temukan. Data yang mendasarinya tidak tersedia, sehingga sulit untuk memverifikasi dan mereplikasi hasil. Jika data selalu tersedia dengan publikasi, transparansi penelitian akan sangat meningkat.

2.Penggunaan Kembali (reuse)
Ketersediaan data mentah memungkinkan peneliti lain untuk menggunakan kembali data. Bukan hanya untuk tujuan replikasi, tetapi untuk menjawab pertanyaan penelitian baru.

3.Penghargaan
Ketika peneliti mengutip data yang mereka gunakan, hal tersebut membentuk sebuah landasan bagi pembentukan sistem penghargaan terhadap data. Saat ini para peneliti tidak benar-benar mendapat keuntungan ketika harus berbagi data mereka, karena tidak ada yang melihat data metrik dan mengukur dampaknya. Kutipan Data adalah langkah pertama menuju perubahan menuju sistem penghargaan terhadap data.

O ya, sudah banyak situs penyedia layanan open data saat ini, diantaranya adalah Data Cite dan figshare. Saya sudah mencoba mebagikan data di fighshare terkait hasil pengukuran kualitas air sungan di Banjarmasin yang bisa di lihat disini.

Disadur ulang dan diterjemahkan secara bebas dari: Data citation: let’s do this - https://www.crossref.org/blog/data-citation-lets-do-this/ dan Why Data Citation matters to publishers and data repositories - https://www.crossref.org/blog/why-data-citation-matters-to-publishers-and-data-repositories/

Minggu, November 18, 2018

Let's Get Crossmarked

Minggu, November 18, 2018 0
Let's Get Crossmarked
Patti Smith performing in Finland, Photo by Beni Kohler, 2007 under CC BY-SA 3.0
Jika mendengar kata Crossref, maka yang terbersit dipikiran adalah Digital Object Identifier atau yang lebih dikenal dengan DOI. Bagi para pengelola jurnal, istilah DOI ini sudah sangat familiar. Tapi tahukah anda, DOI hanyalah satu dari sekian banyak layanan yang ditawarkan kepada para praktisi penerbitan karya ilmiah. Salah satu layanan yang dapat dicoba diterapkan dalan jurnal adalah Crossmark

Apa itu Crossmark?

Crossmark merupakan sebuah tools bagi pengelola jurnal untuk menempatkan berbagai macam informasi terupdate dari artikel yang telah terbit. Crossmark hadir dengan asumsi bahwa sains itu bukanlah sesuatu yang statis. Sains akan selalu berubah dan berkembang, sehingga publikasi ilmiah pun juga akan mengalami fenomena yang sama. Crossmark mengakomodir setiap perubahan atau pemutakhiran artikel, baik terkait kontent maupun status publikasinya itu sendiri dengan standar yang lebih baku. Jika anda mengunjungi jurnal-jurnal yang berada pada naungan publisher kelas kakap seperti Elsevier, maka anda akan menemui sebuah tombbol dengan gambar mirip pita (ribbon), itulah fitur Crossmark. Lebih detail tentang Crossmark dapat anda lihat pada video berikut




Satu pertanyaan yang sering saya temui adalah, apasih manfaatnya sebuah jurnal mengaktifkan layanan Crossmark di jurnalnya? apakah berpengaruh terhadap penilaian akreditasi Jurnal online?

Saya dengan tegas menjawab: "TIDAK"

Mengaktifkan fitur Crossmark tidak akan berdampak kepada penilaian Pengajuan Akreditasi Online Jurnal, karena sependek ingatan saya tidak ada pertanyaan yang menyinggung Crossmark, tapi masih sebatas DOI saja di Borang Akreditasi Jurnal.

Mengaktifkan fitur Crossmark merupakan bentuk pertanggungjawaban moral pengelola jurnal untuk menjamin terjalinnya komunikasi sains yang lebih terbuka dan transparan antara pengelola jurnal, author maupun para pembaca.  Setiap informasi dan pembaharuan terkait artikel (termasuk penarikan artikel) dapat dikomunikasikan dengan fitur Crossmark ini.

Jika anda tertarik untu menggunakan fitur Crossmark ini, panduan lengkapnya sudah dijelaskan oleh senior saya Mas Tanzil di www.forum.jurnalindonesia.org

So, what are you waiting for? Let's get Crossmarked together :)
Creative Commons License
All posted materials by MRATODI.NET is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.